Selamat membaca
Otomotif
semoga bermanfaat

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Melepas, Memeriksa/ Memperbaiki Sistem Kopling Mobil

Sebelum kita dapat melepas komponen-komponen kompling, terlebih dahulu kita harus melepas komponen-komponen yang menghalangi, seperti:
v  Release cylinder unit (dengan pipa tetap terpasang)
v  Propeller unit (kendaraan tipe RWD atau 4WD)
v  Unit Transmisi dan sistem pemindahnya
Setelah komponen-komponen yang menghalangi kita lepas, barulah unit kopling segera dapat dilepas/ dibongkar.
clip_image002
Gambar 2.1
Melepas baut pengikat rumah kopling ke flywheel
Langkah-langkah melepas unit kompling ini sendiri adalah sebagai berikut :
1.        Melepas Kopling
Sebelum unit penekan dilepas, beri tanda pada unit penekan kopling dengan roda gaya
2.        Lepas baut – baut unit penekan,
Satu putaran secara bergantian sampai tekanan pegas kopling bebas
3.        Keluarkan unit kopling dari roda gaya
clip_image003
Gambar 2.2
Melepas unit penekan dan plat kopling
  1. Plat kopling
  2. Unit penekan




Memeriksa dan menyetel serta perbaiki komponen sitem kopling mobil
1.     Plat kopling
Pemeriksaan plat kopling dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:
clip_image005
Gambar 2.3
Memeriksa Plat kopling
v  Kondisi kanvas (jika terbakar atau kotor oli ganti), atau jika tergores sedikit dapat di haluskan dengan amplas yang halus.
v  Tebal kanvas dengan paku keling, minimal 0,3 mm.
v  Kondisi naf terhadap kelonggaran
v  Kondisi karet/ pegas (pecah atau longgar, ganti) kedalaman sudah melibihi spesesifikasi, ganti kanvas kopling atau ganti dengan plat kopling baru.
2.     Unit penekan

clip_image007

Gambar
2.4 Unit Penekan
clip_image009
Gambar 2.5
Pemeriksaan keausan kedalaman dan kerataan ujung pegas diapragm
v  Kondisi permukaan gesek, aus atau goresan – goresan yang berlebihan perbaiki dengan mesin bubut
v  Kondisi pegas diafragma (retak, miring)
v  Kondisi pegas strip atau pemegang unit penekan kemungkinan retak atau keling longgar
v  Keausan ujung pegas diafragma maksimum
v  Melakukan pengukuran kedalaman dan lebar keausan release bearing. Kedalaman maksimal adalah 0.6 mm dan lebar maksimal 5.0 mm. Jika keausan melebihi spesifikasi ganti dengan yang baru.














3.     Roda gaya dan kelengkapannya
clip_image010
Gambar 2.6
Fly wheel
v Kondisi prmukaan gesek tergores atau aus (ukurlah)
v Kondisi cincin gigi starter terhadap kerusakan
v Kebocoran pada sil oli poros engkol
v Kondisi bantalan pilot (macet, kebebasan)
v Memeriksa run-out fly wheel. Dengan dial indikator periksalah run-out fly wheel. Bila run-out melebihi 0.2 mm, gantilah fly wheel.
4.     Bantalan dan garpu pembebas
clip_image011
Gambar 2.7
Memeriksa Bantalan
v  Memutar bearing dengan tangan dan berilah tenaga pada arah axial
v  Kondisi bantalan pembebas kemungkinan macet atau longgar
v  Jangan mencuci bantalan pembebas dengan bensin atau solar
v  Jika putaran kasar atau terasa ada tahanan sebaiknya di ganti.
clip_image012
Gambar 2.8
Garpu
v  Kondisi garpu pembebas dan kedudukannya (retak atau keausan, ganti)
v  Kondisi pegas pengikat bantalan dan garpu pembebas (lemah, putus)

Pemasangan Kembali Unit Kopling
Setelah selesai kita memeriksa dan memperbaiki/ mengganti komponen-komponen dalam sistem kopling, selanjutnya adalah memasang kembali unit kopling. Pemasangan unit kopling dengan pegas spiral adalah diawali dengan merakit unit plat penekan dan rumah kopling.
Setelah itu pasanglah komponen-komponen yang lain dengan urutan sebagai berikut :
1)        Letakkan pressure plate pada dudukan alat penekan.
2)        Pasangkan pegas penekan pada dudukannya di plat penekan.
3)        Pasangkan clutch cover dibelakang pegas penekan dengan posisi yang tepat.
4)        Pasangkan pressure lever pada dudukannya di clutch cover
5)        Lakukan penekanan clutch cover dengan alat penekan sehingga pegas penekan tertekan sehingga baut pemegang/ penyetel pressure lever dapat dipasangkan.
clip_image014
Gambar 2.9
Merakit plat penekan
6)        Lepaskan tekanan mesin penekan, dan lakukan penyetelan tinggi pressure lever.
Setelah unit clutch cover terpasang, pemasangan kampas kopling dan unit kopling dapat dilakukan. Prosedur pemasangannya adalah sebagai berikut :
a)        Berilah sedikit gemuk khusus pada alur plat kopling (clutch hub)
b)        Masukkan center clutch pada clutch hub dan atur posisi plat kopling
clip_image016
Gambar 2.10
Memasang center cluth

c)        Pasangkan plat kopling pada fly wheel dengan panduan center clutch dan atur posisinya supaya tepat di tengah.
d)       Pasangkan clutch cover unit dengan memperhatikan tanda yang telah kita buat pada saat pembongkaran dan ketepatan knock pin.
e)        Pasangkan baut-baut pengikat clutch cover.
f)         Lakukan pengerasan baut-baut pengikat secara bertahap. Mulailah pengerasan dari baut yang paling dekat dengan knock pin secara menyilang. Sebelum baut dikeraskan, pastikan lagi posisi plat kopling dengan mengatur posisi center clutch.
g)        Keraskan baut pengikat sesuai momen spesifikasi pengencangan yaitu berkisar 195 kg cm atau 19 N-m.
clip_image018
Gambar 2.11
Pengerasan baut

Setelah unit kopling terpasang dengan baik, pasangkan release lever shaft, release lever dan release bearing pada dudukannya dengan sebelumnya diberikan sedikit gemuk/ grease khusus pada beberapa bagian yang bergesekan. Pastikan bahwa pengunci release fork terhadap porosnya dan release bearing terhadap release fork terpasang dengan baik.
clip_image020
Gambar 2.12
Pemasangan dan pelumasan Release Fork dan Release Bearing

Setelah semua komponen unit kopling terpasang, rakitlah/ pasang unit transmisi, unit pemindah transmisi, propeller (kendaraan tipe FR dan FWD) dan release cylinder.

Fungsi dan Bagian-bagian Karburator Sepeda Motor

PERBEDAAN MOTOR STARTER TIPE KONVENSIONAL DENGAN MOTOR STARTER REDUKSI

Pada postingan kali ini Corner 23 ingin berbagi sedikit tentang perbedaan sistem kerja Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi.

Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (5)_thumb

Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :

o   Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran

o   Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

o   Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksiPerbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (2)Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (3)Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (4)

PERBEDAAN MOTOR STARTER KONVENSIONAL DENGAN MOTOR STARTER PLANETARY

Pada postingan kali ini Corner 23 ingin berbagi sedikit tentang perbedaan sistem kerja Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Planetary.

Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter planetary memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (5)

o   Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. planetary pada prinsipnya sama dengan motor starter tipe lainnya. Motor starter jenis planetary termasuk pada jenis motor starter reduksi karena putaran armature diturunkan untuk mendapatkan tenaga putar yang lebih kuat. Mekanisme penurun putaran motor starter jenis ini menggunakan unit roda gigi planetary

o   Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gea sedangkan pada tipe planetary putaran armature diteruskan ke sistem gigi planetary untuk menurunkan putaran sekaligus menaikkan torsi. Perkaitan gigi pinion motor starter planetary dengan ring gear pada flywhell .

o   Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).. Gigi planetary terpasang pada poros unit gigi planetary. Dengan demikian, putaran gigi planetary akan menyebabkan poros pembawa ( poros gigi planetary ) juga ikut berputar. Perbandingan gigi antara gigi poros armature : gigi planetary : gigi ring gear adalah 11 : 15 : 43 yang menghasilkan perbandingan reduksi sebesar 5, dengan demikian kecepatan putaran poros armature akan turun menjadi 1/5 dari putaran poros armature sebenarnya. Namun, keuntungan dari penurunan putaran ini adalah naiknya torsi atau tenaga putar menjadi 5 kali lipat dibandingkan dengan tenaga putar pada armature.

Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksiPerbedaan motor starter tipe konvensional dengan motor starter planetaryPerbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (3)Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan motor starter planetary (2)

PERBEDAAN MOTOR STARTER PLANETARY DENGAN MOTOR STARTER REDUKSI

Pada postingan kali ini Corner 23 ingin berbagi sedikit tentang perbedaan sistem kerja Motor Starter Reduksi dengan Motor Starter Planetary.

Motor Starter reduksil dengan Motor Starter planetary memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :

Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (5)

o   Motor starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran armatur. planetary pada prinsipnya sama dengan motor starter tipe lainnya. Motor starter jenis planetary termasuk pada jenis motor starter reduksi karena putaran armature diturunkan untuk mendapatkan tenaga putar yang lebih kuat. Mekanisme penurun putaran motor starter jenis ini menggunakan unit roda gigi planetary.

o   Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.sedangkan pada tipe planetary putaran armature diteruskan ke sistem gigi planetary untuk menurunkan putaran sekaligus menaikkan torsi. Perkaitan gigi pinion motor starter planetary dengan ring gear pada flywhell.

o   Gigi reduksi merupakan komponen utama pada motor starter tipe ini yang membedakan dengan motor starter planetary. Armature pada motor starter tipe reduksi ukurannya lebih kecil namun putaran yang dihasilkan tinggi bila dibandingkan dengan tipe planetary. Dengan gigi reduksi putaran tinggi pada armature akan direduksi atau diturunkan oleh rangkaian gigi reduksi, sedangkan Gigi planetary terpasang pada poros unit gigi planetary.

Dengan demikian, putaran gigi planetary akan menyebabkan poros pembawa (poros gigi planetary ) juga ikut berputar. Perbandingan gigi antara gigi poros armature : gigi planetary : gigi ring gear adalah 11 : 15 : 43 yang menghasilkan perbandingan reduksi sebesar 5, dengan demikian kecepatan putaran poros armature akan turun menjadi 1/5 dari putaran poros armature sebenarnya. Namun, keuntungan dari penurunan putaran ini adalah naiknya torsi.

Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan motor starter planetaryPerbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (2)Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi (4)Perbedaan motor starter tipe konvensional dengan motor starter planetary (2)

Yang Anda Cari disini

Sitetag News Blog Directory create a blog
create a blog Blogging Fusion Blog Directory News Blog Directory
Backlinks Generator Gratis

Total Tayangan Halaman